Yang tak kasat mata abaikan saja! Karna semua soal rasa :)
-Jessica Johanna
Wednesday, August 8, 2012
CUACA
Cuaca bagi kami adalah metafora. Menanyakan cuaca menjadi
ungkapan yang digunakan saat masing-masing pihak menyimpan hal lain yang gentar
di utarakan.
“Bagaimana cuacamu?”
“Aku biru.”
“Aku kelabu.”
Keangkuhan memecah jalan kami, kendati cuaca menalikannya.
Kebisuan menjebak kami dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar
yang tersirat tetap tak tersurat.
“Bagaimana cuacamu?”
“Aku cerah, samasekali tidak berawan. Kamu?”
“Bersih dan tenang. Tak ada awan.”
Batinku meringis karena berbohong. Batinnya tergugu karena
telah dibohongi. Namun kesatuan diri kami telah memutuskan demikian :
menampilkan cerah yang tak sejati karena awan mendung tak pantas jadi pajangan.
Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin
dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang
bersinar. Entah menghangatkan atau menghanguskan.
-Dee, Filosofi Kopi
Tuesday, August 7, 2012
SURAT YANG TAK PERNAH SAMPAI
Cinta butuh dipelihara.
Bahwa di dalam sepak terjangnya yang serba mengejutkan, cinta ternyata masih
butuh mekanisme agar mampu bertahan.
Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkananmu—-entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan… Karena cinta adalah mengalami.
Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu. Interaksi. Perkembangan dua manusia yang terpantau agar tetap harmonis. Karena cinta pun hidup dan bukan cuma maskot untuk disembah sujud.
Kamu ingin berhenti memencet tombol tunda. Kamu ingin berhenti menyumbat denyut alami hidup dan membiarkannya bergulir tanpa beban.
-Dee, Filosofi Kopi
Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkananmu—-entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan… Karena cinta adalah mengalami.
Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu. Interaksi. Perkembangan dua manusia yang terpantau agar tetap harmonis. Karena cinta pun hidup dan bukan cuma maskot untuk disembah sujud.
Kamu ingin berhenti memencet tombol tunda. Kamu ingin berhenti menyumbat denyut alami hidup dan membiarkannya bergulir tanpa beban.
-Dee, Filosofi Kopi
Monday, August 6, 2012
ECHOES IN ETERNITY
What we do in life echoes in eternity
Setiap peristiwa di jagad raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak disana-sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok seperti montase Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apapun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian...
-Pak Balia, Sang Pemimpi
Setiap peristiwa di jagad raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak disana-sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok seperti montase Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apapun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian...
-Pak Balia, Sang Pemimpi
4/8/2012
Selamat pagi
cinta
Hujan lebat
menghapus jejaknya
Tawa ringan
angin membawanya terbang melayang
dan kemudian cahaya menghantarkan sosoknya
Lengang!
Dan sinar
mentari masuk menembus rimbun pepohonan
Tumbuhan yang
meranggas
Akar yang
menjalar
Tapi hanya
daun berguguran
Dan kini,
musim semi menghampiri
-Jessica Johanna
-Jessica Johanna
METAMORFOSA
Kulihat sudut
lain dari pembicaraan tadi
-Jessica Johanna
Langitku cerah
Ada pelangi
pula disana
Bertabur
bintang dan terlukis aurora melambai-lambai
Ada satu
ketenangan dan kutemukan insightku
Semoga kamu
selalu secerah dan secantik ini yaa
Hangatnya cahaya yang selalu menghampiri
Sejuk tetes embun yang tersuguhkan ditiap paginya
Dan angin mengantarkanku
Di titik ordinat inilah aku berdiri
Berharap
dengan hati seringan kapas
Wahai
langkahku, temukanlah mozaikmu
-Jessica Johanna
Wednesday, August 1, 2012
TERTAHAN
Rasanya aku ingin memeluk malam ini
-Jessica Johanna
Menyimpannya selalu dalam memori pengkristalanku
Dan aku tak pernah tau kapan ia bermula
Dimana waktu terasa begitu bergulir, begitu mengalir dan
sejenak terhenti
Ada kesejukan yang berdesir ditiap detaknya
Membawa tiap detiknya terasa
Kucermati ada rasa yang membuncah, namun tertahan!
Terlalu naif untuk tidak diungkapkan
Terlalu tercekat pula untuk hanya bisa terdiam
Pun terlalu terbata untuk dapat bersuara
13/9/2011
Subscribe to:
Posts (Atom)