Harapan bukanlah keyakinan bahwa sesuatu akan berubah menjadi lebih, namun kepastian sesuatu itu masuk akal, terlepas bagaimana kenyataannya...
Gue punya suatu mimpi, harapan, cita-cita.. gue pengen suatu saat nanti gue bisa punya buku sendiri.. jadi penulis. Gue ga tau tepatnya sejak kapan gue suka sastra, tapi dari SD, gue suka bikin puisi. gue suka bermain dengan kata-kata. Gue suka nulis apa yang terlintas di benak dan pikiran gue. Tulis aja, biarin dia ngalir, ga usah pake mikir. Kadang juga dulu waktu SMP suka gue sent ke Cahaya, Marsa and Harris, hehehe.. Biasanya sih kalo udah malem, waaah, banyak banget deh seliweran kata-kata dan pemikiran. Kalo udah malem mau tidur, kamar udah gelap, gue suka merenung.. Jadi sok puitis lah gue hahaha... Karna gue tau, betapa abadinya sebuah kata-kata. Biarpun cuma kata-kata, kalimat, tapi dia bisa bermakna dalam dan bikin orang yang membacanya jadi merenung. Hmmm, kalo kata Chairil Anwar nih, "tiap kata akan ku gali-korek sedalamnya." Yaa, gue belom sih sampe titik itu, hehehe... Semuanya butuh pembelajaran, butuh proses.
Gue ga pernah tau gimana cara yang baik untuk memulai menulis. Kadang juga nyari inspirasi buat nulis, nyari tema, tapi buntu. Malah seringkali gue sendiri bingung mau nulis apa.. Kalo kata orang sih, jangan nunggu inspirasi datang, lakuin aja, dia bakal datang dengan sendirinya saat kita start. Kalo lagi suntuk, ya gue tulis aja semuanya, ga pake aturan, ga pake ribet, let it flow aja.. Bahkan ga pake alur, mungkin juga malah saling nabrak, hahaha... Makanya kenapa kadang-kadang tulisan yang di atas kok ga nyambung ya sama tulisan di bawahnya, huehehehe... Gue masih harus banyak belajar.
Gue bukan orang yang gampang ngungkapin sesuatu. Gue lebih suka mengemas kata-kata dengan tersirat. Gue suka bingung gimana harus mulai. Ibu bilang gue orang ya ngga punya imajinasi, hehehe, biarpun becanda, tapi mungkin ada benernya juga, secara gue tu orang yang ga bisa ngarang, ga bisa membuat sesuatu yang di luar diri gue. Bahkan untuk sekedar ngarang cerita pas pelajaran Bahasa Indonesia waktu SD aja, gue ga pernah nulis jauh-jauh dari pengalaman pribadi gue. Gue pernah nanya sama Cahaya, "Cah gimana caranya lo bisa ngehidupin tokoh-tokoh dalam imajinasi lo? gue ga bisa kok ya Cah, nyiptain tokoh gitu" Cahaya njawab dengan semangatnya "Uh Jeeee, gue malah bisa bangeeeet.. gampang banget. lo tinggal ngebayangin ada orang yang begini, begitu.." Sampe sekarang gue ngiri sama dia, dia bisa nulis cerpen yang panjangnya berfolio-folio, nulis cerpen semanis symphony, hihihihi... Great Caaaah!!!
Kapan-kapan gue harus nyoba. Nyoba lebih fokus dan lebih berimajinasi, hihhihihi...
Hmm, udah jam setengah tujuh aja, ngantuk guenya nih hehehe... Pagi ini di cukupkan dulu saja deh ya ngetiknyaaa. Terimakasih telah mengunjungi blog saya :D (Moga aja ada yang iseng-iseng mbuka, hehehe)
Tuesday, August 16, 2011
Friday, August 12, 2011
KUTIPAN 2 PERAHU KERTAS
Kalo gue lagi sesedihan, kalo lagi bego mau aja di galau-in sama keadaan, temen gue yang paling setia selain kertas dan pulpen tu musik sama buku. Kalo lagi loyo, lemes, gue nyari-nyari sendiri kata-kata yang bisa menginspirasi dan bikin mood membaik.. Kalo lagi happy juga gue suka ngutip kata-kata atau lirik lagu, hahahaha.... Kadang yaa bikin sendiri deeh biar kata sok puitis juga tapi emang lebih puas kalo bisa mendefinisikan sesuatu pake kata-kata sendiri. Apa yang keluar dari hati itu bakal sampe juga ke hati. Seringkali gue nulis buat diri gue sendiri, terus gue share deh.. siapa tau bisa berguna buat temen-temen juga.
Tapi sekarang, gue bukan mau cerita, bukan juga mau ndongeng atau bikin puisi, tapi mau ngutip. Berhubung gue demen banget sama Perahu Kertas, ini ada beberapa kata yang sengaja gue stabilo-in di bukunya. Cekidooot... Semoga bermanfaat
"Lukisan ini menggambarkan sudut pandang seekor burung di angkasa saat terbang. Dia tidak melihat batas apa-apa, tidak melihat pelintang apa-apa, tidak terikat oleh Bumi. Bebas. Total." -Keenan
"jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.." -Keenan
"...satu saat nanti, kita jadi diri sendiri." -Kugy
"Dari pertama kita jadian, gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di Bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda." - Ojos
"...Saya nggak bisa bikin kamu yakin sama saya. Hanya kamu sendiri yang bisa." -Keenan
"...Saya nggak kuat meneruskan sesuatu yang saya nggak suka. Sementara hati saya ada di tempat lain. Itu bukan dunia saya, Pa, bukan itu jalan hidup yang saya mau." -Keenan
"Gua juga nggak ngerti ini gila atau malah waras. Yang jelas, inilah rasanya hal paling benar yang pernah gue lakukan." -Keenan
layaknya matahari yang tak menyimpan memori ataupun dendam dan senantiasa memandikan Bumi dengan sinarnya, tawa itupun membawa efek yang sama bagi dirinya. Kehangatan yang lahir tanpa pretensi. Tanpa perlu usaha. Pengampunan murni.
"No. YOU wake up! Nggak peduli galeri bilang apa, nggak peduli orang-orang itu punya pengalaman apa, harusnya kamu yakin sama diri kamu sendiri" -Kugy
"Ternyata selama ini aku ketinggian menilai kamu..." -Kugy
Menyadari betapa bocah kecilnya telah tumbuh besar menjadi seorang laki-laki dewasa yang memiliki jalan hidup sendiri. Sejenak lagi Keenan terbang dengan sayapnya, menuju tempat dan kehidupan yang ia pilih. Tidak dirinya, atau siapa pun, yang mampu membendung kepakan sayap-sayap itu.
"Pelukis yang baik bisa mengungkapkan semuanya, termasuk kekosongan sekalipun" -Luhde
"Kadang-kadang kanvas kosong juga bersuara. Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu."- Luhde
"Ini... anggaplah ini langit... sepertinya langit ini kosong. Tapi kit tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Keenan harus percaya itu. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita.." -Luhde
Neptunus, semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang. -Surat Kugy buat Neptunus
"...sesungguhnya kata-kata juga bisa dilukis, diukir, bahkan ditarikan. Jadi, saya tetap bisa melukis kata-kata seindah lukisan, mengukir kata-kata secantik ukiran, dan membuat kata-kata menari gemulai seperti tarian." -Luhde
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan." -Luhde
Mungkin memang tak perlu ia mengetahui. Hanya memahami.
"...Yang satu itu... indah sekali... Saya cuma ingin menyimpannya..." -Luhde
"Akan ada satu saat kamu akan bertanya: pergi kemana semua inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah, tidak berarti harus cari pacar baru, kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbaharui. Cinta bisa tumbuh sendiri, tapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya. Apalagi kalau tidak dipelihara..." -Poyan
Kamu pasti senang sekali kalau bisa di sini... dekat dengan laut... kamu pernah bilang, suara ombak adalah lagu alam yang paling merdu. -Keenan
"...kamu sudah mulai dewasa. Hatimu sudah ingin pergi ke satu tempat, berlabuh, dan menetap. Tapi, perjalanan hati itu bukannya tanpa resiko." -Poyan
"Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapapun." -Poyan
Ada yang salah. Namun, rasanya tak bisa menunjuk apa-apa, siapa-siapa.
"Kadang-kadang langit bisa terlihat seperti lembar hitam yang kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap ada di sana. Bumi hanya sedang berputar." -Luhde
"Ketidaktahuan adalah awal yang baik. Segala sesuatu di awali dengan tidak tahu, ikuti saja..." -Poyan
"Kamu sudah pernah ada juga sudah cukup." -Luhde
"Ikuti saja kata hati kamu. Ke mana pun itu. Hati tidak bisa bohong. Kalau memang kamu tidak kembali, saya mengerti." -Luhde
"...hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup." -Poyan
Bintang jatuh yang menggelincir pergi dari tangannya dan tak pernah lagi bisa ia tangkap.
Sederhana, tapi begitu bernyawa dan bersuara.
Dan orang itu tak perlu melakukan apa-apa lagi selain hadir dan ada.
"...saya pergi ke mana suara hati saya memilih..." -Kugy
Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?
"Kecil ... saya selalu ingat kata-kata kamu. Kamu paling suka sama suara ombak. Moga-moga kamu senang, ya, di sini." -Keenan
Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.
Begitu banyak yang ingin terucap, tapi tidak bisa diungkap.
"...aku nggak bisa maksain diri menyukai apa yang sebetulnya bukan minatku, walaupun aku mampu. Aku juga nggak bisa pura-pura lupa dengan cita-citaku, impianku. Biarpun satu dunia ngegoblok-goblokin aku, tapi memang ini yang aku mau. Aku pingin jadi penulis dongeng. Dari dulu sampai sekarang ... nggak pernah berubah." -Kugy
"Bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah, dan kapan waktunya untuk bertahan?" -Luhde
"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun." -Poyan
"Kugy, kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola 'harusnya', tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Ini urusan hati, Gy. Berhenti berpikir pakai kepala. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu." -Karel
"Kalau itu memang betul kata hati kamu, ikuti saja. Nggak akan pernah mungkin salah." -Karel
"...banyak yang aku ingin bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih. Tapi, nggak apa-apa, nggak usah. Mungkin memang bukan jatahku. Bukan jatah kita." -Kugy
"Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya" -Remi
"... Sebelum kita berdua berontak, dan jadi saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai." -Luhde
"Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih... Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh." -Luhde
...berserah pada aliran yang membawanya. Ke mana pun itu. Hati selalu tahu.
...pergi bersama angin. Bebas, seolah tanpa tujuan. Namun, angin selalu bergerak ke satu tempat.
"Maybe that's all that we need is to meet in the middle of impossibilities. Standing at opposite poles, equal partners in a mystery"
Tapi sekarang, gue bukan mau cerita, bukan juga mau ndongeng atau bikin puisi, tapi mau ngutip. Berhubung gue demen banget sama Perahu Kertas, ini ada beberapa kata yang sengaja gue stabilo-in di bukunya. Cekidooot... Semoga bermanfaat
"Lukisan ini menggambarkan sudut pandang seekor burung di angkasa saat terbang. Dia tidak melihat batas apa-apa, tidak melihat pelintang apa-apa, tidak terikat oleh Bumi. Bebas. Total." -Keenan
"jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.." -Keenan
"...satu saat nanti, kita jadi diri sendiri." -Kugy
"Dari pertama kita jadian, gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di Bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda." - Ojos
"...Saya nggak bisa bikin kamu yakin sama saya. Hanya kamu sendiri yang bisa." -Keenan
"...Saya nggak kuat meneruskan sesuatu yang saya nggak suka. Sementara hati saya ada di tempat lain. Itu bukan dunia saya, Pa, bukan itu jalan hidup yang saya mau." -Keenan
"Gua juga nggak ngerti ini gila atau malah waras. Yang jelas, inilah rasanya hal paling benar yang pernah gue lakukan." -Keenan
layaknya matahari yang tak menyimpan memori ataupun dendam dan senantiasa memandikan Bumi dengan sinarnya, tawa itupun membawa efek yang sama bagi dirinya. Kehangatan yang lahir tanpa pretensi. Tanpa perlu usaha. Pengampunan murni.
"No. YOU wake up! Nggak peduli galeri bilang apa, nggak peduli orang-orang itu punya pengalaman apa, harusnya kamu yakin sama diri kamu sendiri" -Kugy
"Ternyata selama ini aku ketinggian menilai kamu..." -Kugy
Menyadari betapa bocah kecilnya telah tumbuh besar menjadi seorang laki-laki dewasa yang memiliki jalan hidup sendiri. Sejenak lagi Keenan terbang dengan sayapnya, menuju tempat dan kehidupan yang ia pilih. Tidak dirinya, atau siapa pun, yang mampu membendung kepakan sayap-sayap itu.
"Pelukis yang baik bisa mengungkapkan semuanya, termasuk kekosongan sekalipun" -Luhde
"Kadang-kadang kanvas kosong juga bersuara. Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu."- Luhde
"Ini... anggaplah ini langit... sepertinya langit ini kosong. Tapi kit tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Keenan harus percaya itu. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita.." -Luhde
Neptunus, semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang. -Surat Kugy buat Neptunus
"...sesungguhnya kata-kata juga bisa dilukis, diukir, bahkan ditarikan. Jadi, saya tetap bisa melukis kata-kata seindah lukisan, mengukir kata-kata secantik ukiran, dan membuat kata-kata menari gemulai seperti tarian." -Luhde
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan." -Luhde
Mungkin memang tak perlu ia mengetahui. Hanya memahami.
"...Yang satu itu... indah sekali... Saya cuma ingin menyimpannya..." -Luhde
"Akan ada satu saat kamu akan bertanya: pergi kemana semua inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah, tidak berarti harus cari pacar baru, kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbaharui. Cinta bisa tumbuh sendiri, tapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya. Apalagi kalau tidak dipelihara..." -Poyan
Kamu pasti senang sekali kalau bisa di sini... dekat dengan laut... kamu pernah bilang, suara ombak adalah lagu alam yang paling merdu. -Keenan
"...kamu sudah mulai dewasa. Hatimu sudah ingin pergi ke satu tempat, berlabuh, dan menetap. Tapi, perjalanan hati itu bukannya tanpa resiko." -Poyan
"Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapapun." -Poyan
Ada yang salah. Namun, rasanya tak bisa menunjuk apa-apa, siapa-siapa.
"Kadang-kadang langit bisa terlihat seperti lembar hitam yang kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap ada di sana. Bumi hanya sedang berputar." -Luhde
"Ketidaktahuan adalah awal yang baik. Segala sesuatu di awali dengan tidak tahu, ikuti saja..." -Poyan
"Kamu sudah pernah ada juga sudah cukup." -Luhde
"Ikuti saja kata hati kamu. Ke mana pun itu. Hati tidak bisa bohong. Kalau memang kamu tidak kembali, saya mengerti." -Luhde
"...hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup." -Poyan
Bintang jatuh yang menggelincir pergi dari tangannya dan tak pernah lagi bisa ia tangkap.
Sederhana, tapi begitu bernyawa dan bersuara.
Dan orang itu tak perlu melakukan apa-apa lagi selain hadir dan ada.
"...saya pergi ke mana suara hati saya memilih..." -Kugy
Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?
"Kecil ... saya selalu ingat kata-kata kamu. Kamu paling suka sama suara ombak. Moga-moga kamu senang, ya, di sini." -Keenan
Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.
Begitu banyak yang ingin terucap, tapi tidak bisa diungkap.
"...aku nggak bisa maksain diri menyukai apa yang sebetulnya bukan minatku, walaupun aku mampu. Aku juga nggak bisa pura-pura lupa dengan cita-citaku, impianku. Biarpun satu dunia ngegoblok-goblokin aku, tapi memang ini yang aku mau. Aku pingin jadi penulis dongeng. Dari dulu sampai sekarang ... nggak pernah berubah." -Kugy
"Bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah, dan kapan waktunya untuk bertahan?" -Luhde
"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun." -Poyan
"Kugy, kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola 'harusnya', tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Ini urusan hati, Gy. Berhenti berpikir pakai kepala. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu." -Karel
"Kalau itu memang betul kata hati kamu, ikuti saja. Nggak akan pernah mungkin salah." -Karel
"...banyak yang aku ingin bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih. Tapi, nggak apa-apa, nggak usah. Mungkin memang bukan jatahku. Bukan jatah kita." -Kugy
"Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya" -Remi
"... Sebelum kita berdua berontak, dan jadi saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai." -Luhde
"Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih... Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh." -Luhde
...berserah pada aliran yang membawanya. Ke mana pun itu. Hati selalu tahu.
...pergi bersama angin. Bebas, seolah tanpa tujuan. Namun, angin selalu bergerak ke satu tempat.
"Maybe that's all that we need is to meet in the middle of impossibilities. Standing at opposite poles, equal partners in a mystery"
Tuesday, August 2, 2011
KUTIPAN
sebuah kutipan dari W.B Yeats "...Tangkaplah setiap sasaran tujuan hati. Dan jangan takut. Segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita"
"Ini... anggaplah ini langit.. sepertinya lagit ini kosong. Tapi kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Keenan harus percaya itu. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang..."
"...semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang." -Perahu Kertas
"Buku akan membuka dan meluaskan jiwamu, dan menguatkan kamu lebih dari orang lain bisa lakukan" -William Feather
"Ini... anggaplah ini langit.. sepertinya lagit ini kosong. Tapi kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Keenan harus percaya itu. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang..."
"...semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang." -Perahu Kertas
"Buku akan membuka dan meluaskan jiwamu, dan menguatkan kamu lebih dari orang lain bisa lakukan" -William Feather
Thursday, July 28, 2011
TAK TERDEFINISI
ada saatnya tumbuh dan berkembang
tak menampik terkadang kelengangan datang
dan nada bisa jadi sangat tak beraturan
ada yang salah? mungkin...! tapi itu tidaklah penting!
bahkan ga ada secuil kata yang bisa mendefinisikan atau didefinisikan
kembali hanya bisa menguap satu, ini TAK TERDEFINISI!
tapi kali ini lain... ya, mungkin memang selalu lain!
tiba-tiba beku, barusan saja!
kosong
hampa
tapi seperti yang pernah ku bilang
kosong bukan berarti tidak berisi apa-apa
terlalu banyak intonasi, narasi, atau eksposisi mungkin
tapi dalam hati senyumku mengembang. sungguh!
aduh... apalah artinya ini??
ke-tak-terdefinisi-an ini ternyata semakin menjadi-jadi
tapi biarlah!!
mudah-mudahan ke-tak-terdefinisi-an ini cukup bisa menggambarkan suatu definisi :)
tak menampik terkadang kelengangan datang
dan nada bisa jadi sangat tak beraturan
ada yang salah? mungkin...! tapi itu tidaklah penting!
bahkan ga ada secuil kata yang bisa mendefinisikan atau didefinisikan
kembali hanya bisa menguap satu, ini TAK TERDEFINISI!
tapi kali ini lain... ya, mungkin memang selalu lain!
tiba-tiba beku, barusan saja!
kosong
hampa
tapi seperti yang pernah ku bilang
kosong bukan berarti tidak berisi apa-apa
terlalu banyak intonasi, narasi, atau eksposisi mungkin
tapi dalam hati senyumku mengembang. sungguh!
aduh... apalah artinya ini??
ke-tak-terdefinisi-an ini ternyata semakin menjadi-jadi
tapi biarlah!!
mudah-mudahan ke-tak-terdefinisi-an ini cukup bisa menggambarkan suatu definisi :)
Wednesday, July 27, 2011
PEMBELAJARAN
pagi tadi anak-anak riweh ngomongin nilai ujian utama di twitter.. setelah gue cek ternyata emang udah keluar
malem tadi, riweh lagi ngomongin ipk, waaah berarti bersiaplah melihat nilai utuh 2 semester ini...
dan jeng jeng jeeeng... gue bingung karna banyak banget kolomnya, setelah gue tanya-tanya ternyata yang bener itu yang kolom 'rangkuman nilai'
mendadak gue merasa gagal! sedih! dan air mata gue sempet netes. tertera di sana IPK Total : 3.46
gue ga tau kenapa, angka itu terasa rendah.. jelek! gue teliti lagi, emang, nilai gue turun banget. tajam!
ya ampun, semester ini kebalikan semester kemaren... A gue cuma 3, lainnya B
gue malu sama diri gue sendiri
gue takut ngecewain bokap nyokap, sekalipun tadi keduanya keliatan fine-fine aja
gue kesel sama diri gue sendiri
ga lagi-lagi uas gue nyantai... ga lagi-lagi gue nyepelein.. ga lagi-lagi uas gue malah jalan ke sana ke mari
ga lagi-lagi deh gue ngebiarin diri gue terkena syndrom galau, hahaha.. silly!!!
cukup semester ini aja!
malem tadi, riweh lagi ngomongin ipk, waaah berarti bersiaplah melihat nilai utuh 2 semester ini...
dan jeng jeng jeeeng... gue bingung karna banyak banget kolomnya, setelah gue tanya-tanya ternyata yang bener itu yang kolom 'rangkuman nilai'
mendadak gue merasa gagal! sedih! dan air mata gue sempet netes. tertera di sana IPK Total : 3.46
gue ga tau kenapa, angka itu terasa rendah.. jelek! gue teliti lagi, emang, nilai gue turun banget. tajam!
ya ampun, semester ini kebalikan semester kemaren... A gue cuma 3, lainnya B
gue malu sama diri gue sendiri
gue takut ngecewain bokap nyokap, sekalipun tadi keduanya keliatan fine-fine aja
gue kesel sama diri gue sendiri
ga lagi-lagi uas gue nyantai... ga lagi-lagi gue nyepelein.. ga lagi-lagi uas gue malah jalan ke sana ke mari
ga lagi-lagi deh gue ngebiarin diri gue terkena syndrom galau, hahaha.. silly!!!
cukup semester ini aja!
Tuesday, July 26, 2011
KE-ANEH-AN HARI INI
rasanya lain sekali... tak terjangkakan! memenuhi ruang! ya, rindu!
tapi aku tau. aku mengerti. aku hanya harus memahami.
bukan salah kamu, bukan salah siapa-siapa..
what it means? i was afraid of! tapi sejauh ini, aku kurang begitu peduli... hmm, tapi, justru ini yang paling penting.
tidak! semua harus tetap terkontrol dan terkendali!
let it flow!
jikapun ya, aku hanya ingin menyimpannya untuk diriku sendiri :)
*saat raut halus menyelimuti jantungku (gue merasa bener-bener lebeh!), keanehan hari ini, malam hari pada Senin 25 Juli 2011
tapi aku tau. aku mengerti. aku hanya harus memahami.
bukan salah kamu, bukan salah siapa-siapa..
what it means? i was afraid of! tapi sejauh ini, aku kurang begitu peduli... hmm, tapi, justru ini yang paling penting.
tidak! semua harus tetap terkontrol dan terkendali!
let it flow!
jikapun ya, aku hanya ingin menyimpannya untuk diriku sendiri :)
*saat raut halus menyelimuti jantungku (gue merasa bener-bener lebeh!), keanehan hari ini, malam hari pada Senin 25 Juli 2011
Saturday, July 9, 2011
CADAAAAS!!!
Haahahaha, 4 hari yang lalu, gue secara tiba-tiba dan agak mencurigaan pengen banget nonton ada apa dengan cinta.. setelah gue ubek-ubek film, gue kesel sendiri karna kok tu vcd tiba-tiba ga ada. hmm, emang gitu deh dirumah gue, apa-apa tu pasti mendadak pas di cari ga ada di tempatnya... giliran ga dicari, eh dia nongool ajaa ga sengaja keliatan mata haha...
terus tadi gue baru inget, kok roman-romannya gue tau deh tu vcd terletak dimana.. usut punya usut, gue langsung ke tkp dan bener ajaa, dia ada di bagian bawah tumpukan dvd dan bener-bener paling bontot, legaaaa..
eh, masih juga aja masalaaah..!! tu vcd tiba-tiba ga bisa keputer di komputer.. masa bisanya cuma yang disk 2.. kan mencurigakan banget! gue tungguiiin loadingnya luamaa banget, kesel kan kelamaan makan waktu, akhirnya gue buka yutub aja hahahaha....
daaaan, cekidoooot, gue cuma pengen ngingetin dan berbagi sih lebih tepatnyaa.. lo pasti bakal merinding kalo bener-bener menghayati kata-kata di bawah ini....
ini adalah puisi yang di bikin oleh Cinta buat temen-temennya, judulnya Aku Ingin Bersama Selamanya
ketika tunas ini tumbuh, serupa tubuh yang mengakar
setiap nafas yang terhembus adalah kata
angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah terpautan
tangan kita terikat, lidah kita menyatu
maka setiap apa terucap adalah sabda pendita ratu
ah... diluar itu pasir, diluar itu debu
hanya angin meniup saja, lalu terbang hilang tak ada
tapi kita tetap menari
menari cuma kita yang tau
jiwa ini tandu
maka duduk saja
maka akan kita bawa
semua...
karna...
kita...
adalah...
satu
keren banget kaaan, gue yakin lo pasti pada langsung kebayang wajah sobat-sobat lo dan langsung pengen ketemu mereka, hehehe
dan ini satu lagi, cadas buanget yaaaa!! aduuuh.. gue sampe terharu pengen netesin air mata yaaa.. masuk banget cuuuy ke hati, hahaha... ini puisi dari Rangga buat Cinta yang ditulis di halaman terakhir bukunya...
perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karena cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
ada apa dengannya?
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku lihat karya surga dari mata seorang hawa
ada apa dengan cinta?
tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karna aku ingin kamu
itu sajaini film beneran kaya akan sastra dan gue ga pernah bosen yaaa nontoninnyaaaa... maju terus lah perfilm-an Indonesia.. hehehe
Subscribe to:
Posts (Atom)