teruntukmu hatiku
inginku bersuara
merangkai semua tanya
imaji yang terlintas
berjalan pada satu
tanya slalu menggangguku
seseorang itukah dirimu kasih
kepada yang tercinta
inginnya ku mengeluh
semua resah di diri
mencari jawab pasti
akankah seseorang yang kuimpikan kan hadir
raut halus menyelimuti jantungku
cinta hanyalah cinta
hidup dan mati untukmu
mungkinkah semua tanya
kau yang jawab
dan tentang seseorang
itu pula dirimu
ku bersumpah akan mencinta
Monday, June 6, 2011
MIMPI
Dalam hitam, gelap malam,
ku berdiri, melawan, sepi…
Disini, di pantai ini,
telah terkubur sejuta kenangan
Dihempas keras gelombang,
yang tertimbun batu karang,
yang tak ‘kan mungkin, dapat terulang
Wajah putih, pucat pasi,
tergores, luka di hati
Matamu, membuka kisah,
kasih asmara yang telah ternoda
Hapuskan semua khayalan,
lenyapkan satu harapan
Kemana lagi, harus mencari
Kau sandarkan, sejenak beban diri
Kau taburkan, benih kasih, hanyalah emosi
Melambung jauh, terbang tinggi, bersama mimpi
Terlelap dalam, lautan emosi
Setelah aku, sadar diri, kau t’lah jauh pergi
Tinggalkan mimpi, yang tiada bertepi
Kini hanya rasa rindu, merasuk di dada
Serasa sumpah melayang pergi,
terbawa arus kasih, membara
ku berdiri, melawan, sepi…
Disini, di pantai ini,
telah terkubur sejuta kenangan
Dihempas keras gelombang,
yang tertimbun batu karang,
yang tak ‘kan mungkin, dapat terulang
Wajah putih, pucat pasi,
tergores, luka di hati
Matamu, membuka kisah,
kasih asmara yang telah ternoda
Hapuskan semua khayalan,
lenyapkan satu harapan
Kemana lagi, harus mencari
Kau sandarkan, sejenak beban diri
Kau taburkan, benih kasih, hanyalah emosi
Melambung jauh, terbang tinggi, bersama mimpi
Terlelap dalam, lautan emosi
Setelah aku, sadar diri, kau t’lah jauh pergi
Tinggalkan mimpi, yang tiada bertepi
Kini hanya rasa rindu, merasuk di dada
Serasa sumpah melayang pergi,
terbawa arus kasih, membara
SUARA HATI SEORANG KEKASIH
hanya namamu di hatiku
jiwa dan raga takkan berdusta
namun terkadang
cinta terusik benci sesaat
seribu musim takkan bisa
menghibur hati yang penuh marah
entah mengapa
berpisah saat mulai menjalin
suara hati seorang kekasih
bagai nyanyian surgawi
takkan berdusta
walau ketamakan merajai
diri yang penuh emosi
jauh di dasar hatiku
tetap ku mau
kau sebagai kasihku
jiwa dan raga takkan berdusta
namun terkadang
cinta terusik benci sesaat
seribu musim takkan bisa
menghibur hati yang penuh marah
entah mengapa
berpisah saat mulai menjalin
suara hati seorang kekasih
bagai nyanyian surgawi
takkan berdusta
walau ketamakan merajai
diri yang penuh emosi
jauh di dasar hatiku
tetap ku mau
kau sebagai kasihku
Friday, June 3, 2011
BUKAN APA-APA
biarkan ia bebas, lepas.. mengalir, tumbuh, berkembang dan dewasa seperti seharusnya. mungkin bukan apa-apa atau siapa-siapa. tapi lihatlah, mungkin sekarang ia hanya seperti mutiara yang berada di kubangan lumpur. tapi suatu saat ia akan muncul ke permukaan dan semua orang pasti akan melihat kilau cahayanya!
tak menampik pada yang ada! ia hanya berjalan, bebas dan lepas tak mempedulikan apa-apa di sekelilingnya..
dan pada saat yang sama, ia berdiri dengan tegak dan mempesonanya, memandang sekelilingnya dengan tanpa membusungkan dada. dan sekali lagi, dia memang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, tapi dia adalah dia yang akan selalu menjadi dirinya sendiri
tak menampik pada yang ada! ia hanya berjalan, bebas dan lepas tak mempedulikan apa-apa di sekelilingnya..
dan pada saat yang sama, ia berdiri dengan tegak dan mempesonanya, memandang sekelilingnya dengan tanpa membusungkan dada. dan sekali lagi, dia memang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, tapi dia adalah dia yang akan selalu menjadi dirinya sendiri
saat galau di kampus, ambil pulpen dan nulis di kertas... pada 15-05-11
rasa, diam, bicara
hampa, hening, merah, redam
tangis, air mata, tatapan nanar, memberat, terlepas
aku, dia, mereka
situasi, suasana
berjalan, berlalu, datar, lebar
lingkaran, segitiga, penuh, separuh
nafas, hati, cinta
renungan, memori, perasaan, aksi, reaksi
berjalan ke suatu titik, tertatih, namun pudar... terhempas!
logika!
bangkit dan berdiri
tegak!
hampa, hening, merah, redam
tangis, air mata, tatapan nanar, memberat, terlepas
aku, dia, mereka
situasi, suasana
berjalan, berlalu, datar, lebar
lingkaran, segitiga, penuh, separuh
nafas, hati, cinta
renungan, memori, perasaan, aksi, reaksi
berjalan ke suatu titik, tertatih, namun pudar... terhempas!
logika!
bangkit dan berdiri
tegak!
Wednesday, May 25, 2011
diam
dalam diam aku bersuara
dalam diam aku memerdu lagu
dalam diam aku bernada
dalam diam aku berirama
kadang juga, dalam diam aku menangis, aku berontak atau bahkan mengerang
tapi dalam diam, tak jarang juga aku temukan teman paling mendamaikan
190511
Friday, May 20, 2011
s e k e d a r
semalem lo hadir, lo nemuin gue.. ga biasa-biasanya!
haha! ngapain? tumben! padahal lagi ga kepikiran lo sama sekali!!
hihihi...
barusan, jadi pengen basketan.. haha, jadi inget bibi!!
barusan juga gue nemuin Dia, mata gue agak basah! jangan ge-er lo! gue berdo'a buat lo! cuma itu sekarang yang bisa gue lakuin!
semoga kapan-kapan kita ketemu lagi! gue percaya!
:')
haha! ngapain? tumben! padahal lagi ga kepikiran lo sama sekali!!
hihihi...
barusan, jadi pengen basketan.. haha, jadi inget bibi!!
barusan juga gue nemuin Dia, mata gue agak basah! jangan ge-er lo! gue berdo'a buat lo! cuma itu sekarang yang bisa gue lakuin!
semoga kapan-kapan kita ketemu lagi! gue percaya!
:')
Subscribe to:
Posts (Atom)